May 20, 2022

Posbakum

Untuk Kepastian Hukum

Polda Metro Jaya Dirikan 144 Kampung Tangguh

4C56A537 41BA 4B5D 916D DADE4A8C0FA9

4C56A537 41BA 4B5D 916D DADE4A8C0FA9

BUSERBHAYANGKARA.COM, JAKARTA – Kapolda Metro Jaya (Irjen. Pol. Dr. Drs. H. Muhammad Fadil Imran, M.Si) mengatakan Polda Metro Jaya sangat aktif turut serta mengatasi pandemi covid – 19 di wilayah hukumnya sepanjang 2020 selain mengatasi banyaknya kasus kejahatan.

“Polda Metro Jaya berupaya melakukan langkah-l – langkah terobosan kreatif lainnya guna menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah hukum Polda Metro Jaya, di masa pandemi covid – 19,” ujarnya

Pembentukan Kampung Tangguh Jaya ini, selain untuk memperkuat peran serta masyarakat dalam melakukan pencegahan dan memutus mata rantai penyebaran covid – 19.

“Juga untuk meningkatkan perekonomian masyarakat menghadapi Pandemi covid – 19, yang muaranya tercipta kesadaran terhadap keamanan dan ketertiban di masyarakat,” ujarnya.

Kampung Tangguh Jaya pertama kali dilaunching oleh pihaknya di Kelurahan Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat pada 11 Desember 2020.

“Sebagai Kampung Tangguh Jaya Pertama di Ibukota yang disusul dengan kampung tangguh lainnya,” katanya.

Ia mengatakan jumlah kasus tindak pidana (crime total) di wilayah Polda Metro Jaya sepanjang tahun 2020 mengalami penurunan dibanding tahun 2019 lalu.

Menurutnya, sepanjang tahun 2020 jumlah kasus tindak pidana di wilayah hukum Polda Metro Jaya tercatat sebanyak 30.324 kasus. Sementara pada tahun 2019 tercatat ada 32.614 kasus.

“Ini berarti pada 2020 mengalami penurunan sebanyak 2.290 kasus, atau sebesar 7 persen,” tambahnya.

Ia menjelaskan untuk penyelesaian tindak pidana atau crime clearence, mengalami jenaikan dari 31.854 kasus pada tahun 2019, menjadi 34.239 kasus pada tahun 2020.

“Naik sebanyak 2.385 kasus atau sebesar 7 persen dalam tingkat penyelesaian kasus,” katanya.

Ia menambahkan crime rate atau resiko penduduk terkena tindak pidana pada 2020, mengalami penurunan dibanding 2019.

Di mana pada 2019 dari 100.000 penduduk ada 143 orang beresiko menjadi korban pidana maka pada 2020 menjadi 133 orang.(RED/PMJ)